karya: farah
Pada malammu akan kaudengar
deru sungai di dadaku
Membuatmu berlayar dalam denyar
yang selalu luput kaunamai
Panggil aku Radite
—hari pertama di awal minggu
Dari sana segala hal bermula
Dari nyanyi seorang ibu
yang terlalu merdu
Membuat siang mabuk kepayang
Siang yang terlalu panas
untuk sebuah kasih sayang
(Saat lagu itu jadi ia tak tahu
untuk siapa harus bernyanyi
Ia hanya tahu betapa lagu
mesti meruntuhkan hati seseorang
atau hanya seonggok karang
Ia hanya tahu betapa nyanyian
sering mengganggu perjalanan)
Maka bernyanyilah ia kepada udara
yang kering kerontang
Kepada langit kosong
yang menggambarkan isi dadanya
—dada muda yang begitu mudah
terbaca dan tergoda
—dada ranum yang membuat kagum
para lelaki dan pendaki
Perempuan itu tak tahu apa-apa
Ia hanya hanyut ke dalam nada
Seperti mata air ia tak tahu
ke laut mana ia mengalir
Ia bahkan tak sadar
matahari telah berhenti beredar
Waktu berhenti. Angin mati
Dan seorang lelaki
Menantinya di sebuah tepi
(Lagu apa yang telah kauajarkan
Pada gadis remaja Kuntiboja
Yang membuatnya dewasa
sebelum waktunya
Yang membuatnya jelita
tanpa disadarinya
Hingga matahari pun jatuh
di atas pangkuannya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar