Jumat, 29 Juli 2011

NIGHTMARE



Doni dan Sugeng merencanakan sesuatu yang menyenangkan dan cukup menyeramkan, mereka merencanakan sesuatu untuk temannya yang bernama brain yang dimana 2 hari lagi dia ulang tahun.
Jam 7 malam doni dan sugeng memanggil teman-temannya untuk berkumpul di pos ronda, disana mereka membicaran tetntang ultah na si barain
“ ayo cepat kita pikirkan tempat yang enak untuk acara kita ini” kata doni
“ gimana kalau di rumah aku aja kan..... “ jawab sugeng
“ eee masa dirumah kau tak enak..... giman kalau di rumah kosong samping kuburan bambu kuning” rohid memutus pembicaraan sugeng
“ e... bagus juga ide kw tu hid” jawab doni
Mereka semua setuju dengan rohid.... mereka pun langsung ke rumah kosong itu, setibanya di sana mereka langsung membersihkan tempat itu yang besok akan mereka hias, saking  semangat na mereka tidak sadar kalau sekarang sudah jam 12 malam, mereka pun menghentikan perkerjaan mereka dan pulang kerumah masing-masing.
Keesokan harinya mereka kembali lagi keruamh itu, anehnya rumah yang sudah di bersihkan itu kembali kotor dan kumuh, ya mau diapain lagi mereka membersihkan ulang tempat itu, tidak terasa sudah 5 jam mereka membersihkan rumah itu tapi masih saja kotor, karena rumah itu gak bersih-bersih, sugeng memiliki ide baru yaitu merubah party yang awalna merencanakan party yang indah tapi sekarang sugeng ingin party ini berubah menjadi party yang menyeramkan, atau party yang bertema HOROR... 
Setelah mereka selesai membuat jebakan dan party horor itu, hingga malam itu tibaa, pas jam 8 malam, sugeng dan doni menjemput brain di rumahnya, mereka langsung mengajak brain keruamh kosong itu, setibanya mereka di rumah itu, sesuatu hal yang aneh terjadi seluruh anak hilang begitu saja, suprais yang direncanakan gagal dan tiba-tiba pintu terhantam keras dan mereka bertiga terkejut. Mereka bertiga pun terkurung diruamh itu dengan keadaan gelap gulita.
“ hee..... geng gimana ni semua orng menghilang, sekarang semau jalan keluar tertutup” tanya doni ke sugeng.
“ aku gak tw do... ni semua gara-gara si rohid yang merencanakan semua ini, ya ni si brain nangis mulu” jawab sugeng..
“ heeee......... aku takut geng....” kata barain sambil nagis.
“ udah..... kw usah nagis.. kita bakalan keluar....” kata sigeng dengan sombong
Setelah beberapa menit berfikir doni dan sugeng memiliki rencana yang lumayan bagus, yaitu lewat fentelasi wc yang cukup lebar, tapi semua itu sia-sia karena saat mereka di wc suara aneh selalu terdengar di telinga mereka. Tiba-tiba mereka mendengar suara seperti pintu yang membuka, meraka pun langsung lari ke depan dan emang... pintu itu sudah terbuka, mereka langsung lari keluar, saat mereka diluar, suasana menjadi lain kabut tebal menyelimuti daerah meraka, dan perlahan-lahan kabut itu menipis dan mereka ternyata berada di sebuah kuburan tua.
Langkah demi langkah mereka berjalan sambil memperhatikan batu nisan yang sudah tidak ada tulisannya, tapi tiba-tiba si sugeng melihat satu batu nisan yang bertulisan PIETER BOTH, 20 SEPTEMBER 1939, MAKAM BELANDA, sugengpun terkejut , dan ia berkata, inikan kuburan belanda,dan kuburan ini terkenal angker, setelah sugeng mengatakan itu mereka pun lari terbirit-birit.
Ditengah kecemasan, mereka menemukan rumah kayu yang ada penghuni nya, mereka mencoba untuk mendekati rumah itu, tok..tok..tok.... tiba-tiba pintu rumah itu terbuka dan keluar seorang nenek-nenek yang berusia kurang lebih 100 tahun yang menggunkan sehelai kain yang menetupi tubuhnya yang keriput, berambut putih dan memakai tongkat kayu yang rapuh.
Dengan berani doni bertanya kepada nenek itu....
“ nek.. bolehkah kami masuk berteduh di rumah nenek ini” tanya ku kepada nenek tua itu”
Nenek tiu tidak menjawab dan langsung masuk keruamah, dan mereka mengikuti nenek itu... dan mereka di suruh duduk di bangku yang rapuh.. takut,takut dan takut... mereka sangat ketakutan, untuk menghilangakn ara takut itu, sugeng mengajak nenek itu ngobrol.
“nek... ngomong-ngomong nama nenek sapa??? “ tanya sugeng dengan ramah.
“ nnnaaaammmmaaa nnneeennneeekkk iiiiyyyyeeemmm” nenek itu menjawab terbatah-batah
“ nek... saya sangat ngantuk bolehkan saya tidur di sini” tanya doni memotong permbicaraan mereka.
Namun nenek itu tidak menjawab pertanyaan dari doni... tapi ia langsung berjalan ke belakang.
“ woi nenek tu mw kemana ya....” tanya sugeng.
“ ontah lah...” jawan brain
“giamana kalau kita ikutin nenk itu... “ ide dari sugeng...
Doni dan brain setuju dengan idenya sugeng, mereka langsung bergerak ke belakang, mereka sangat bingung keman anenek itu pergi... mereka pun tidak menyerah mencari nenek itu, sakaing sibuknya mencari sugeng menemukan kamara yang begitu terang, sugeng pun memanggil doni dan brain, mereka oun berkumpul di depan kamar, dan tiba-tiba suara hantaman keras terdengan dari kamar itu, doni pun terkejut dan langsung lari ntah kemena. Tapi sugeng dan brain teteap di depan pintu.
“ geng buka pintunya... “ suruh brain
“ gak ah.. kamu aja...” jawab sugeng..
“ kamu je,, lah.. aku tak berani...” jawab brain..
“ ee penakut kali” kata sugeng
Dengan  sombong si sugeng membuka pintu kamar itu dan tiba-tiba kelaur cahaya terang yang diiringi oleh debu tipis,dan mereka melihan perang besar... yang dimana beratus-ratus orang mati, beribu-ribu tentara perang, dan berjuta-juta peluru berterbangan... dan banyak sekali pesawat yang berterbangan kesana kesini.... bruakk.... meraka langsung menutup pintu kamar itu...
“ apakah itu  ... apakah itu nyata????” kata sugeng ketakutan.
Nenek... engkau dimana.... mereka langsung meninggalkan ruangan itu dan berlari kearah doni lari tadi...
Aneh sungguh aneh.... mereka berlari tampa ujung... dan tiba-tiba sugeng berhenti dan memikirkan sesuatu.
“ apakah ini nyata atau sekedar mimpi saja...” kata sugeng..
“enatah aku gak tw” kata brain
Setelah mereka lama bercakap-cakap akhirnya mereka menyebutkan kata NGOMONG-NGOMONG DONI DIMANA ???.
Emang terbukti ini semua hanya mimpi...

DIDUNIA NYATA...
“ Astagfirullah..... kata doni....
Dimana aku tadi..... ternyata semau ini hanya mimpi. aku harus membangunkan sugeng dan brain...
Seribu satu cara doni lakukan dan mereka tidak bangun-bangun. Dan doni merencanakan untuk memanggil ustad yang ada di mushola...dan mengajaknya kerumah itu....
“ ustad.. tad.... tolong tad....” teriak doni
“ ya allah... kenapa kamu nak...” jawab ustad...
“ iiitu.... teman- teman saya tergeletak di rumah kosong itu....” kata doni...
“ baik..baik... kita kesan sekarang tapi tunggu saya mau ngambil air...” jawab ustad ...
Mereka berdua berjalan menuju kerumah itu,,,,
“ tad ini mereka... sudah banyak cara saya bangunkan mereka tapi mereka tidak bangun-bangun....” kata doni cemas.
“ tenang... aku bisa menyembuhkan mereka” jawab ustad itu...
Bismilahirohmanirohim............................... ustad itu membacakan doa-doa, dan meminum air dan menyemburkannya ke wajah sugeng dan brain, mereka pun sadar...

DI DALAM MIMPI...
Brain dan sugeng serasa terbakar... mereka kepanasan ternyata api besar telah membakar rumah ini... mereka sanagna cemas dan mereka beusaha mencari jalan keluar tapi itu sia-sia mereka terbkar hangus dan mati.....
DI DUNIA NYATA
            “tolong...panas....tolong......” teriak brain dan sugeng
            “ tad... kenapa dengan mereka” kata doni...
            “ tenag saja palingan sebentar lagi juga sadar....” jawab ustad ..
Ternyata iya sugeng dan brain terbangun dari nightmarenya, ustad oun membawa mereka bertiga ke mushola, dengan perasaan shock mereka berjalan... sugeng dan brain terus menangis.....
Setibanya di mushola.. ustad menyuruh mereka ambil wudhu dan sholat dhuha.. setelah sholat dhuha mereka di suruh baca al-qur’an..... perlahan-lahan sugeng dan brain mulai tenang dan orang tua mereka datang menjemput mereka. Dan saling menasehati....
Inilah akhir dari cerita ini... bahwa sebenarnya kita jangan pernah berniat buruk dengan teman walaupun tiu hanya untuk merayakan ultahnya... dan jangan pernah sombong dan takabur... itu akan membuat kita sial.. kita akan di timpah musibah kalau kita sombong dan takabur.... sekian pesan dari saya (we.... resmi betul...) terima kasih....

                        THE END!!!!!!!.........





Tidak ada komentar:

Posting Komentar